Universitas Ubudiyah Indonesia Ukir Prestasi Internasional I-ENVEX Malaysia

| 26-06-2015   14:40:41 WIB | dilihat 931 kali

HARIANACEH.co.id — Mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Aceh pada ajang inovasi sains tingkat Internasional I-Envex di Malaysia yang berlangsung 17-18 April 2015. Pada ajang tersebut mahasiswa UUI berhasil mendulang prestasi membanggakan dengan menyabet dua medali emas (Gold) dari hasil riset mahasiswa Fakultas Kesehatan UUI yang diwaliki Merleni  dan Fenny Juwita Sari. Delegasi UUI lainnya juga membukukan  1 medali perak (Silver) dan 2 medali perunggu (bronze). Tidak hanya itu, delegasi UUI juga meraih dua penghagaan Special Award dari  Asia Invention Association(AIA) dan Euro Invention Rumania.

Mengukir prestasi di ajang ini bukan hal mudah. Delegasi UUI harus bersaing dengan 457 produk inovasi yang diikuti 600 inovator dari 10 negara, yang teridiri dari Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Oman, Vietnam, Filipina, Iran, Irak, Mesir dan Malaysia.

Kesuksesan mahasiswa UUI tak lepas dari bimbingan para dosen dalam merancang inovasi dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk bersaing di tingkat internasional. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa PTS juga memiliki konpentensi, inovasi dan karenanya diperhitungkan di tingkat internasional.

Pameran Inovasi yang berlangsung selama tiga hari itu bertujuan memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan karya-karya penelitian yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dosen UUI  Jadi Juri I-Envex Internasional

Dua dosen Universitas Ubudiyah Indonesia Rita Ningsih SE.M.Si dan Jurnalis J Hius ST MBA mendapat kehormatan menjadi juri pada I-ENVEX 2015. Bagi keduanya, ini merupakan kesempatan kedua menjadi juri di tingkat internasional, setelah sebelumnya juga dipercayakan menjadi juri pada ajang I+ACEH maret lalu.

Rita mengatakan dirinya agak kesulitan memberikan penilaian karena semua produk memiliki keungulan dan manfaat yang tinggi bagi masyarakat dan layak dikomersilkan. Selain Rita dan Jurnalis, para juri lainnya berasal dari 10 negara, sehingga proses penilaian jadi lebih obyektif.

Rektor UUI Prof. Adjuct Unimap Marniati M.Kes mengatakan torehan prestasi ini merupakan satu kebanggaan. Karena putra putri Aceh yang menempuh pendidikan di UUI mampu mengukir prestasi di tingkat internasional. Kesadaran merakan akan pentingnya  menciptakan produk inovasi kian tinggi, karena bisa dipertandingkan di tingkat Internasional. Hal ini menurut Rektor dapat mematahkan anggapan bahwa mahasiswa swasta susah untuk bisa ke level internasional.  “Kesuksesan mereka akan menaik reputasi perguruan tinggi swasta di Aceh, khususnya UUI. Karena selama ini kan swasta dianggap gak bisa bersaing di level internasional,”papar Rektor. Saya optimis ke depan akan banyak lagi mahasiswa UUI yang ikut andil melahirkan berbagai produk inovatif. Selain dapat dipertandingkan, juga berpeluang untuk dikomersilkan, sehingga secara tidak langsung mereka telah membentuk dirinya sebagai entrepreneur bukan lagi sekadar pencari kerja.

Feni dan Marleni Diekspose Media Malaysia

Produk inovatif yang digarap  Fenny dan Maleni juga mendapat sorotan khusus dari media Malaysia. Hasil inovasi keduanya yang menyajikan produk obat diabetes dari biji rambutan mendapat sorotan khusus dari surat kabar  Berita Harian yang terbit Minggu (19/4) kemarin. Media berbahasa Melayu itu memuat laporan dengan judul : Inovasi Biji Rambutan : Dua Pelajar Cipta Minuman Pencegah Kencing Manis. Media ini juga memuat foto keduanya dengan memegang medali dan sertifikat penghargaan dari pameran I-ENVEX.

Gagasan pembuatan produk ini berdasarkan tradisi masyarakat Gayo Lues yang tetap memanfaatkan biji rambutan yang sudah dikeringkan.  Dari hasil penelitian mereka dan berdasarkan tradisi masyarakat Gayo Lues, mereka mendapati bahwa konsumsi biji rambutan dapat mencegah terjadinya diabetes. Proses pembuatannya juga gampang, biji rambutan dipotong kecil-kecil sebelum kemudian dijemur sampai kuning kehitaman.

Menurut Feni, biji rambutan mengandung lemak, protein dan karbohidrat sesuai dengan kebutuhan nutrisi seseorang. Bahkan biji yang kerap disia-siakan ini juga tidak mengandung racun.

Rekannya, Marleni dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini produk inovasi tersebut sudah mendapatkan perhatian dari sejumlah kalangan perobatan di Indonesia untuk dikaji lebih lanjut sebelum dikomersilkan.

 

sumber: http://harianaceh.co.id/2015/04/21/universitas-ubudiyah-indonesia-ukir-prestasi-internasional-i-envex-malaysia/

 

Facebook Twitter Google Digg Reddit LinkedIn Pinterest StumbleUpon Email

Hadis-hadis pilihan
" Barangsiapa mengulas Al Qur'an tanpa ilmu pengetahuan maka bersiaplah menduduki neraka. (HR. Abu Dawud). Penjelasan: Maksud hadits ini adalah menterjemah, menafsirkan atau menguraikan Al Qur'an hanya dengan akal pikirannya sendiri tanpa panduan dari hadits Rasulullah, panduan dari para sahabat dan ulama yang shaleh, serta tanpa akal dan naqal yang benar. "